Properti Desain
  • Home
  • Wisata
  • Properti
  • Disain
  • Lingkungan
  • Gaya Hidup
  • Bahan Bangunan
  • Elektronik
  • Figur
No Result
View All Result
  • Home
  • Wisata
  • Properti
  • Disain
  • Lingkungan
  • Gaya Hidup
  • Bahan Bangunan
  • Elektronik
  • Figur
No Result
View All Result
Properti Desain
No Result
View All Result
Home Arsitektur

Ruang Komersial dan Hunialam Satu Bangunan Ikonik

UQ Properti Desain by UQ Properti Desain
October 8, 2026
in Arsitektur, Berita Foto, Desain, Interior, Properti
0
Screenshot 2026 10 07
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Propertidesain.com (Tasikmalaya) – Di tengah keterbatasan lahan, menyatukan area komersial yang dinamis dengan ketenangan rumah tinggal bukanlah hal yang mudah. Namun, MM Music Center di Tasikmalaya berhasil menjawab persoalan tersebut. Dirancang oleh Delution, konsultan desain yang terkenal dengan karyanya ikonik, MM Music Center hadir sebagai toko musik, tempat kursus musik, ruang komunal, coffee shop, sampai hunian pribadi ke dalam satu kesatuan arsitektur yang mengalir.

Berdiri di atas lahan seluas 430 meter persegi dengan total luas bangunan 690 meter persegi, MM Music Center dituntut untuk bisa menampung beragam fungsi dan aktivitas di dalamnya. “Pada projek kali ini, konsep besarnya adalah kita bisa merepresentasikan industri musik ke dalam satu buah bangunan. Yang pertama representasi secara visual dan yang kedua secara spasial,” jelas

Screenshot 2026 10 07

Dari segi visual, identitas musik langsung terasa bahkan sebelum pengunjung melangkahkan kaki ke dalam. Fasad bangunan tidak mengadopsi bentuk ruko konvensional, melainkan mengambil inspirasi langsung dari instrumen musik. “Kita coba untuk merepresentasikan fasad MM Music Center dari sebuah piano atau siluet piano yang terbuka, yang mana ngebuat bentukannya menjadi lebih atraktif,” tambahnya.

Geometri bangunan yang miring dengan sudut-sudut tegas ini menjadikannya sangat atraktif. Mengingat lokasinya yang berada di jalan besar Kota Tasikmalaya, bentuk fasad yang unik ini berperan ganda: sebagai identitas arsitektur sekaligus alat branding yang membuat bangunan mudah diingat oleh masyarakat luas.

Screenshot 2026 10 07

Karakter MM Music Center semakin kuat dengan penerapan gaya industrial yang dibalut material sederhana namun berkarakter. Permukaan dinding acian ekspos berpadu dengan elemen logam (metal), sementara elemen utilitas seperti jalur listrik dan lampu justru sengaja dibiarkan terekspos untuk memberikan keunikan tersendiri. Agar tidak terkesan kaku, Delution menyisipkan tanaman hijau di berbagai sudut untuk menghadirkan nuansa yang lebih natural dan humanis bagi pengunjung.

Jika tampilan luar mewakili elemen visual, maka tata ruang di dalamnya mewakili pendekatan spasial. Sebagai jantung aktivitas bangunan, Delution merancang sebuah amfiteater yang diletakkan tepat di tengah area. Amfiteater ini berada di bawah void yang menghubungkan lantai satu hingga lantai tiga.

Screenshot 2026 10 07

“Lantai 1, 2, dan 3 terkoneksi oleh void dan menjadikan amfiteater sebagai daya tarik utama untuk setiap pertunjukan,” ungkap Fahmi. Kehadiran void ini tidak hanya melancarkan sirkulasi udara dan cahaya, tetapi juga menyatukan seluruh pengunjung dari berbagai lantai untuk memusatkan perhatian pada pertunjukan di amfiteater.

Di balik desainnya yang ikonik, terselip satu permintaan klien yang menjadi daya tarik utama dari proyek ini: efisiensi waktu dan jarak antara rumah dan tempat kerja. Pemilik tidak ingin membuang waktu di perjalanan untuk mengurus bisnisnya setiap hari.

“Ada satu buah request klien yang cukup unik, yang mana klien mau memasukkan fungsi private ke dalam building ini, sehingga aktivitas klien dari mulai dia di rumah sampai dia mengurus bisnisnya itu tidak jauh,” cerita Fahmi.

Menjawab tantangan tersebut, arsitek membuatkan akses masuk khusus dan unik yang menghubungkan area publik dan privat, baik dari lantai satu maupun atap. Sebagai pemisah antara hiruk-pikuk bisnis dan ketenangan rumah, dibuat sebuah taman kering (dry garden) di area atap (roof). Taman ini berfungsi sebagai ruang transisi sekaligus pembatas halus. Hasilnya, sang pemilik bisa dengan mudah mengurus bisnisnya hanya dengan beberapa langkah dari rumah, namun privasinya saat beristirahat tetap terjaga utuh.

Pada akhirnya, MM Music Center membuktikan bahwa keterbatasan lahan dapat disiasati dengan desain yang terintegrasi. Bangunan ini tidak sekadar menjadi tempat berniaga dan tinggal, melainkan sebuah ruang yang mendorong nilai bisnis itu sendiri. “Untuk sebuah ruang komersial, desain arsitektur sebenarnya punya kekuatan besar untuk mendongkrak bisnis sekaligus memperkuat identitas brand Anda,” tutup Fahmi.

Post Views: 28
Previous Post

Pastikan Kualitas Rumah Subsidi bagi MBR, BP Tapera dan Kementerian PKP Tinjau Buana Subang Raya 2

Logo Prode 152 X 100
  • Home

Properti Desain © 2023 Powered by TS.

No Result
View All Result
  • Home
  • Wisata
  • Properti
  • Disain
  • Lingkungan
  • Gaya Hidup
  • Bahan Bangunan
  • Elektronik
  • Figur

Properti Desain © 2023 Powered by TS.