Properti Desain
  • Home
  • Wisata
  • Properti
  • Disain
  • Lingkungan
  • Gaya Hidup
  • Bahan Bangunan
  • Elektronik
  • Figur
No Result
View All Result
  • Home
  • Wisata
  • Properti
  • Disain
  • Lingkungan
  • Gaya Hidup
  • Bahan Bangunan
  • Elektronik
  • Figur
No Result
View All Result
Properti Desain
No Result
View All Result
Home Arsitektur

MADENESS 2026 Hadirkan Eksplorasi Material Alternatif dan Desain Asia lewat “Made in Asia”

UQ Properti Desain by UQ Properti Desain
September 25, 2026
in Arsitektur, Berita Foto, Desain, Figur, Interior, Lingkungan, Properti, Seni
0
5463dfa9 a1df 4988 a5d5 4509382abbad
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Propertidesain.com (Jakarta PIK 2) — Playo, Interzum, dan IFFINA+ kembali berkolaborasi untuk keempat kalinya melalui MADENESS 2026. Mengusung tema “Made in Asia”, penyelenggaraan tahun ini mengeksplorasi perkembangan material dan desain di Asia. MADENESS 2026 berlangsung pada 24–27 September 2026 di Hall 3, Building A, NICE PIK 2, Jakarta, dengan Genie Anggita sebagai Designer dan Iqra Firdausy sebagai Guest Designer.

WhatsApp Image 2026 09 25 at 13.21.36

Tema tahun ini melihat perubahan dalam praktik desain di Asia. Para desainer tidak lagi hanya mengandalkan material baru dari alam untuk menciptakan sebuah produk, tetapi mulai melihat dan memanfaatkan material yang sudah tersedia di sekitar mereka. Kota pun dipandang sebagai sumber material yang dapat dieksplorasi dan diolah kembali. Dengan memadukan warisan dan teknologi, pendekatan ini membuka cara baru dalam menciptakan desain yang lebih sirkular dan relevan dengan kebutuhan saat ini.

Selama beberapa tahun terakhir, MADENESS telah menjadi ruang yang mempertemukan berbagai bagian dari ekosistem material dan desain, mulai dari sumber daya hingga pasar. Melalui inisiatif ini, MADENESS bertujuan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat pengetahuan dan inspirasi kreatif, sekaligus mendorong inovasi dalam desain produk, interior, dan arsitektur dengan praktik yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

9ccb5b49 c3a0 48c5 981d 0ed274913e61

Tahun ini, MADENESS menghadirkan lima rangkaian aktivitas utama, yaitu Material Atlas Asia, Alterrama, Common Ground, MADE Dialogue, dan Microfactory Tour. Kelima program ini mengeksplorasi material, desain, proses produksi, serta peluang kolaborasi dari berbagai sudut pandang.

Screenshot 2026 09 25

Melalui Material Atlas Asia, pengunjung dapat melihat perjalanan material dari bentuk awal atau bahan mentah hingga menjadi material yang telah diproses. Area ini tidak hanya menampilkan material secara fisik, tetapi juga menghadirkan cerita, konteks, dan proses di baliknya, sehingga pengunjung dapat memahami lebih jauh asal-usul, perkembangan, serta potensi setiap material. Program ini merupakan kolaborasi dengan CAST Foundation, Bioeconomy Corporation Malaysia, dan Borneo Laboratory, serta menghadirkan eksplorasi material dari berbagai negara di Asia, mulai dari Indonesia, Malaysia, hingga Jepang.

Screenshot 2026 09 25

Alterrama menghadirkan instalasi interior berskala penuh yang mengeksplorasi berbagai kemungkinan penggunaan material alternatif dalam ruang. Instalasi ini memperlihatkan bagaimana material hasil bio-fabrikasi dan material sirkular dapat diolah dan diterapkan untuk menciptakan produk, menghadirkan pengalaman interior yang berbeda, serta membuka kemungkinan baru bagi masa depan lingkungan binaan. Eksplorasi ini melibatkan sejumlah product exhibitors, yaitu Bell Living Lab, Boolet, Borneo Laboratory, Conture Concrete Lab, Homlab, Pable, Primatama Carpet, Repair Project, ROA Handwoven, serta kolaborasi The New Factory x Studio Mahardika.

Sementara itu, Common Ground hadir sebagai ruang terbuka yang mengajak pengunjung untuk ikut dalam berbagai aktivitas publik dan collective play. Ruang ini menjadi tempat untuk berinteraksi dan berpartisipasi bersama, dengan kolaborasi produk yang melibatkan MYCL dan Dus Duk Duk.

Screenshot 2026 09 25

Selain instalasi dan pameran, MADE Dialogue menghadirkan dua sesi diskusi publik, yaitu “MADE in Asia: What is happening with alternative materials beyond Indonesia?” pada 25 September 2026 pukul 14.00–15.00 WIB dan “Design as Aftermath: Where do the materials go when the show ends?” pada 26 September 2026 pukul 16.00–17.00 WIB, keduanya di Main Stage. Sesi pertama dimoderatori Adil Alba, Chief Director Playo, dengan pembicara Wan Zaleha Radzi, Muzzamil Faridza, dan Wendy Teo. Sementara itu, sesi kedua dimoderatori Genie Anggita, Creative Director Playo, dengan pembicara Arief Susanto, Gabrielle Josephine Rotti, dan Alain Bunjamin.

18186810 0875 46e5 a949 080b3cc7324d

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Microfactory Tour juga digelar dengan mempertemukan pelaku biomaterial regeneratif dari Asia Tenggara dengan icrofactory di Indonesia untuk membangun jejaring dan bertukar pengetahuan. Berlangsung selama tiga hari sebelum pameran, program ini mengunjungi beberapa lokasi, antara lain MYCL, The New Factory, Conture Concrete Lab, Banana Paper, dan Design Center ITB. Selain menjadi ruang pertukaran pengetahuan, kegiatan ini juga mendorong kolaborasi antarpeserta serta membuka peluang untuk memperkenalkan potensi dan inovasi dari pelaku di Indonesia maupun negara lain.

Screenshot 2026 09 25

Melalui MADENESS 2026: Made in Asia, Playo bersama Interzum dan IFFINA+ membuka ruang bagi desainer, makers, peneliti, pelaku industri, dan komunitas kreatif untuk bertemu, bertukar pengetahuan, serta mengeksplorasi berbagai kemungkinan baru dalam material dan desain di Asia.

Post Views: 21
Previous Post

Ruang Setaman Hasil Kolaborasi Vinoti Living dan Amanda Hartanto

Logo Prode 152 X 100
  • Home

Properti Desain © 2023 Powered by TS.

No Result
View All Result
  • Home
  • Wisata
  • Properti
  • Disain
  • Lingkungan
  • Gaya Hidup
  • Bahan Bangunan
  • Elektronik
  • Figur

Properti Desain © 2023 Powered by TS.