Properti Desain
  • Home
  • Wisata
  • Properti
  • Disain
  • Lingkungan
  • Gaya Hidup
  • Bahan Bangunan
  • Elektronik
  • Figur
No Result
View All Result
  • Home
  • Wisata
  • Properti
  • Disain
  • Lingkungan
  • Gaya Hidup
  • Bahan Bangunan
  • Elektronik
  • Figur
No Result
View All Result
Properti Desain
No Result
View All Result
Home Berita Foto

21.600 Liter Air Bersih Mengalir Setiap Hari, Membawa Perubahan bagi Warga Desa Pasirranji

UQ Properti Desain by UQ Properti Desain
May 8, 2026
in Berita Foto, Desain, Elektronik, Lingkungan, Properti
0
4
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PropertiDesain.com (Cikarang) – Akses air bersih di Desa Pasirranji, Kecamatan Cikarang Pusat, belum sepenuhnya merata. Bagi sebagian warga, kebutuhan air layak konsumsi masih harus dihadapi dengan berbagai keterbatasan, baik dari sisi jumlah maupun kualitas.

Air tanah dari sumur di sekitar permukiman memang masih dimanfaatkan, namun umumnya belum memenuhi standar. Kondisinya kerap keruh dan tidak selalu aman digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.Foto

BACA JUGA : Strategi 2030: Bosch Maksimalkan Kekuatan Inovasi

Kondisi ini terjadi meski upaya pengeboran sumur hingga kedalaman 135–150 meter telah dilakukan, namun hasilnya tetap belum dapat dimanfaatkan secara optimal. “Airnya ada, tapi sering berwarna kuning, berminyak, dan terasa pahit, sehingga tidak bisa digunakan. Karena itu, warga harus bergantung pada pasokan air dari sistem perpipaan,” ujar Kepala Desa Pasirranji, Wardi Sunandar.

9

Keterbatasan sumber air tanah membuat sebagian besar warga bergantung pada pasokan dari luar wilayah. Di tengah kawasan industri yang terus berkembang, air bersih justru harus didatangkan dari jarak hingga belasan kilometer sebelum akhirnya bisa digunakan di rumah.

BACA JUGA : Endapan Lumpur dan Sisa Material Banjir Jadi Prioritas, PMI Manfaatkan Dukungan Teknologi Bosch

Proses distribusinya tidak hanya memakan waktu, tetapi juga bergantung pada ketersediaan armada dan antrean pasokan. Dalam kondisi tersebut, air menjadi kebutuhan yang harus direncanakan dengan cermat agar tidak habis sebelum pasokan berikutnya tiba.

Atang, warga Kampung Cimahi yang telah lebih dari lima tahun tinggal di wilayah tersebut, masih mengingat masa ketika air tidak pernah benar-benar tersedia di rumahnya. “Kita pesan mobil tangki, kadang datangnya dua hari kemudian karena antre,” kata Atang.

Ia menyebut biaya yang dikeluarkan bisa mencapai sekitar Rp160.000 per minggu atau hampir Rp1 juta per bulan, belum termasuk pembelian air galon saat kondisi darurat. Namun, persoalan tidak hanya biaya, tetapi juga ketidakpastian pasokan, di mana warga terkadang harus membawa jerigen berkeliling untuk mencari air yang masih tersedia.

Foto

Seiring masuknya jaringan perpipaan ke permukiman, perubahan mulai dirasakan warga meski belum merata. Kehadiran jaringan ini perlahan mengubah cara warga memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Bagi Pak Atang, perubahan tersebut juga berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga. Jika sebelumnya biaya air bisa mendekati Rp1 juta per bulan, kini turun menjadi sekitar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu untuk dua rumah. “Sekarang paling Rp300 ribu sampai Rp400 ribu per bulan. Dulu bisa sampai satu juta,” ujarnya. 5Di sisi lain, ketergantungan pada jerigen dan truk tangki mulai berkurang. Warga tidak lagi harus menempuh jarak jauh atau menunggu pasokan untuk mendapatkan air. Akses yang sebelumnya terbatas kini berangsur menjadi lebih dekat dan pasti.

BACA JUGA : Bosch Power Tools Blue Store permudah akses perkakas Bosch secara lengkap dan orisinal

Perubahan ini mulai terlihat di Kampung Cimahi, di mana sekitar 40 kepala keluarga telah terhubung dengan jaringan air bersih melalui program “Bosch Water Project” yang dijalankan Bosch Indonesia bersama Habitat for Humanity Indonesia. Infrastruktur tersebut menyalurkan air langsung ke rumah warga dengan kapasitas sekitar 21.600 liter per hari, memperluas akses layanan di wilayah yang sebelumnya belum terjangkau.A

rwin Soelaksono selaku Program Director Habitat for Humanity Indonesia turut menyampaikan pandangannya mengenai upaya ini, “Akses air bersih bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan kepastian, kesehatan, dan kualitas hidup yang lebih baik bagi keluarga. Melalui kolaborasi dengan Bosch Indonesia, kami melihat bagaiman intervensi ini memberikan membantu warga Kampung Cimahi dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari,” ujarnya.Foto 1 (1)Pilihan untuk memperkuat sistem perpipaan dinilai sebagai langkah paling rasional bagi wilayah Pasir Ranji. Dibandingkan dengan ketergantungan pada pengambilan air tanah yang tidak lagi memadai secara kualitas, jaringan perpipaan memberikan kepastian pasokan sekaligus kualitas air yang lebih stabil.

Upaya ini sejalan dengan target pemerintah daerah dalam memperluas cakupan layanan air bersih hingga 60 persen pada 2026, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di sektor air bersih dan sanitasi. Dalam implementasinya, Bosch Indonesia juga melibatkan partisipasi karyawan melalui kegiatan volunteering sebagai bentuk keterlibatan langsung di tingkat komunitas.7Lebih dari itu, inisiatif ini menunjukkan bahwa akses terhadap kebutuhan dasar seperti air bersih tidak hanya bergantung pada ketersediaan sumber daya, tetapi juga pada bagaimana distribusi dan kolaborasi dapat menjangkau mereka yang selama ini berada di pinggiran layanan

 

Post Views: 38
Previous Post

Signify menerangi masa depan keberlanjutan dengan ‘Brighter Lives, Better World 2030’ dan solusi Interact generasi terbaru

Next Post

Banyak Calon Mahasiswa Fokus Cari Kost, Tapi Lupa Satu Hal Ini

Next Post
1

Banyak Calon Mahasiswa Fokus Cari Kost, Tapi Lupa Satu Hal Ini

Logo Prode 152 X 100
  • Home

Properti Desain © 2023 Powered by TS.

No Result
View All Result
  • Home
  • Wisata
  • Properti
  • Disain
  • Lingkungan
  • Gaya Hidup
  • Bahan Bangunan
  • Elektronik
  • Figur

Properti Desain © 2023 Powered by TS.