PropertiDesain.com (Tangerang) – Jaya Bersama Saputra (JBS) Perkasa, produsen dan pemilik merek Pintu Baja Fortress, melaksanakan kegiatan Corporate Social Respon sibility (CSR) melalui program Fortress Ramadhan White 2026.
Program CSR Fortress Ramadhan White 2026 adalah salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh JBS Perkasa, sebagai bentuk komitmen dalam berbagi kebahagiaan kepada masyarakat dalam mensyukuri bulan Ramadan dan menyambut Idul Fitri 1447 H.
Di tahun ini, dengan tema “Berbagi Kebaikan, Menguatkan Kebersamaan” JBS Perkasa membagikan 3.250 paket sembako gratis dan santunan kepada masyarakat duafa yang tinggal di sekitar kantor pusat JBS Perkasa, wilayah Binong, Curug, Kabupaten Tangerang, Banten.
“JBS Perkasa secara konsisten berupaya untuk terus mendampingi aktivitas masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi para pelanggan yang kami layani, terutama pada momen bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1444H,”ujar National Human Capital Manager JBS Perkasa, Mike Latuwael, dalam acara buka puasa bersama karyawan JBS Perkasa dan rekanan mediadi Tangerang, Kamis (17/3/2026).

Bantuan diserahkan manajemen JBS Perkasa dengan disaksikan oleh National Sales Director JBS Perkasa, Hens Sumarauw, Selasa (17/3), yang turut dihadiri Kapolsek Curug, Kabupaten Tangerang, AKP H.P. Tampubolon, S.T.K., S.I.K, Danramil Curug, Mayor Infantri Sudibyo, Camat Curug Arief RachmanHakim, Lurah Binong, Sukri Ariansyah, Lurah Curug Kulon, Cecep Mulyadi, Ketua RW03 Cijengir, Heru Siswanto, dan rombongan.

Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam menjaga keharmonisan antara pelaku bisnis, warga dan perangkat daerah.
“Ini sungguh kegiatan luar biasa. Masyarakat sangat senang, antusias, dan berbahagia. Kami atas nama Koramil 02 Curug mengucapkan terima kasih banyak kepada JBS Perkasa karena selama ini sudah banyak melaksanakan kegiatan sosial di lingkungan Binong dan Curug Kulon,” ujar Mayor Infantri Sudibyo.
Program difokuskan untuk penduduk mayoritas muslim yang tinggal di sekitar kantor pusat JBS Perkasa. Pemilihan lokasi melibatkan para pengurus wilayah untuk memperoleh data-data lengkap mengenai keadaan masyarakat yang sesuai dengan target JBS Perkasa.

“Kami sangat menghargai kegiatan positif seperti ini, dimana pelaku usaha berbagi rejeki kepada masyarakat sekitar. Harapannya kegiatan ini terus dilakukan secara berkala dan bisa mencakup seluruh wilayah Kecamatan Curug,” tutur AKP H.P. Tampubolon.
Dalam kesempatannya, Lurah Binong Sukri Ariansyah juga turut menyampaikan apresiasi atas inisiatif kepedulian sosial yang dilakukan oleh pihak JBS Perkasa terhadap warga sekitar. “Terima kasih kepada Fortress yang selama ini sudah peduli dengan warga sekitar. Seperti inilah yang kita harapkan, ada perusahaan yang inisiatif melakukan kegiatan sosial agar masyarakat sekitar bisa menikmati. Semoga Fortress terus berkembang dan maju,” pungkasnya.
Fokus Bangun Ekosistem Pintu Baja di Indonesia
JBS Perkasa menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem industri pintu berbahan plat baja yang menyeluruh di Tanah Air. Langkah ini dinilai krusial untuk mendorong adopsi pintu berkelanjutan (sustainable doors) sekaligus memperkuat daya saing di pasar nasional.

Founder & Chief Executive Officer JBS Perkasa Joni Effendi menegaskan bahwa strategi perusahaan tidak semata-mata bertumpu pada penjualan produk semata. Fortress, kata dia, menyiapkan pendekatan yang lebih menyeluruh agar pintu baja dapat diterima dan digunakan secara berkelanjutan oleh masyarakat Indonesia.
Menurutnya, tantangan utama industri pintu baja bukan hanya soal spesifikasi atau harga, melainkan kesiapan ekosistem yang menopang pengalaman pengguna. Karena itu, JBS Perkasa menempatkan Pembangunan ekosistem sebagai salah satu pilar utama dalam pengembangan bisnisnya di tahun-tahun mendatang.

“Tahun 2026 yang menjadi fokus kami adalah manufacturing. Sampai saat ini pembangunan fisik pabrik sudah mencapai 80 persen. Lalu masuk kepengadaan mesin dan setting, dengan harapan kuartal tiga 2026 sudah beroparasi dan kuartal ke-empat kami sudah masuk ke masa production,” kata Joni, secara terpisah.
Joni menilai, pabrik Fortress hadir di momen yang tepat. Indonesia saat ini berada di persimpangan penting transformasi industri, ditopang ekonomi yang solid dengan pertumbuhan stabil sekitar 5 persen, tenaga kerja muda yang kompetitif, serta ekosistem bisnis yang semakin terbuka bagi teknologi canggih
BACA JUGA : Summarecon Crown Gading Jadi Township Primadona Di Jakarta Timur
“Kami sangat antusias dengan manufaktur pertama Fortress ini, dimanaini adalah sinyal bahwa Indonesia sedang memasuki era emas manufaktur, di mana investasi lokal bukan hanya hadir, tetapi berkembang secara berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, kinerja bisnis ditingkatkan melalui berkolaborasi strategisdengan sejumlah asosiasi developer perumahan. Desember 2025 lalu perusahaan bersama Real Estate Indonesia (REI) melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama pembangunan rumah subsidi dalam rangka percepatan pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah menyuplai pintu Fortress di beberapa proyek perumahan milik anggota REI yang tersebar di wilayah Sulawesi, Sumatra, Kalimantan, Papua, selain Pulau Jawa.
“Harapannya kehadiran Fortress bisa mendukung program pemerintah 3 juta rumah melalui asosiasi-asosiasi perumahan yang ada. Setelah dengan REI, tahun ini kami akan bekerja sama dengan Apersi dan Himpera,” ungkap Joni.
BACA JUGA : Fourtress Buka Cabang ke-17 di Sorong Papua Barat di Ultah Ke-22
Kerja sama ini sebagai upaya developer menjamin kualitas hunian memenuhi standar kenyamanan dan keamanan, khususnya penggunaa npintu berkualitas yang menjadi komponen penting pekerjaan konstruksi untuk rumah bersubsidi. Sebab itu, produk pintu ekonomis akan menjadi focus pasar yang diplot JBS Perkasa sepanjang tahun 2026.
“Peluang pintu baja harga ekonomis akan besar sekali mengingat masyarakat masih mencari pintu berkualitas dengan harga terjangkau. Tapi yang segmen premium kami akan tetap lakukan up grade, menambah koleksi, desain dan warna baru, serta dimensi yang bisa menyesuaikan keinginan pasar. Jadi yang plafon rumahnya lebih tinggi, ukuran pintunya bisa disesuaikan,”pungkasnya.
