Properti Desain
  • Home
  • Wisata
  • Properti
  • Disain
  • Lingkungan
  • Gaya Hidup
  • Bahan Bangunan
  • Elektronik
  • Figur
No Result
View All Result
  • Home
  • Wisata
  • Properti
  • Disain
  • Lingkungan
  • Gaya Hidup
  • Bahan Bangunan
  • Elektronik
  • Figur
No Result
View All Result
Properti Desain
No Result
View All Result
Home Arsitektur

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan INPP 2026

UQ Properti Desain by UQ Properti Desain
June 19, 2026
in Arsitektur, Berita Foto, Desain, Properti
0
WhatsApp Image 2026 06 19 at 13.26.55
0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PropertiDesain.com (Jakarta) – PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP/Paradise Indonesia) meraih pendapatan Rp326,9 miliar pada triwulan pertama (Q1) 2026. Meningkat 14 persen dibandingkan triwulan I 2025 yang tercatat sebesar Rp286 miliar.

Demikian terungkap dari konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Paparan Publik Tahun 2026 INPP di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Screenshot 2026 06 19

Paparan publik disampaikan Presiden Komisaris INPP Anthony Prabowo Susilo (sebelumnya presiden direktur), Presiden Direktur Andri Hadi (pejabat baru yang menggantikan Anthony), dan Wakil Presiden Direktur Surina (sebelumnya direktur keuangan), didampingi Corporate Secretary/Chief Legal Yanti Makmur. Secara keseluruhan setelah RUPST 2026, pengurus INPP terdiri dari 7 komisaris dan 5 direksi.

BACA JUGA : INPP Sukses Akuisisi Apartemen Antasari Place

Menurut Surina, sebanyak 48 persen (Rp157 miliar) dari pendapatan Q1 2026 itu, diperoleh dari segmen perhotelan (hospitality), 42 persen (Rp136 miliar) dari segmen komersial (pusat belanja dan ritel), dan 10 persen (Rp34 miliar) dari segmen penjualan property (apartemen).

“Dengan demikian, sekitar 90 persen pendapatan perseroan pada triwulan satu tahun ini, berasal dari recurring income (pendapatan berulang atau hasil sewa dan jasa manajemen properti),” tambah Surina.

Screenshot 2026 06 19

Kendati demikian, segmen penjualan properti mencatat kenaikan pendapatan tertinggi, mencapai 38 persen, menyusul serah terima unit apartemen di Antarasi Place, Jakarta Selatan. Diikuti segmen komersial yang naik 19 persen dan hospitality 4 persen.

Dari pendapatan itu, INPP meraih laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) Rp101 miliar, meningkat 20 persen dibanding Q1 2025 sebesar Rp84 miliar. Sementara laba bersih meroket menjadi Rp44 miliar dibanding rugi bersih Rp133 miliar pada Q1 2025.

“BACA JUGA : PARADISE INDONESIA Terus Berkomitmen Menjadi Properti Destinasi Gaya Hidup Ikonik

Kinerja Q1 2026 berbalik positif menjadi laba bersih, didorong oleh kuatnya pertumbuhan bisnis utama INPP di segmen komersial, hospitality, dan property sales,” ungkap Surina.

Sedangkan rugi bersih pada Q1 2025, disebutnya karena faktor pencatatan akuntansi non-recurring dan penyesuaian investasi DIRE. “Jadi, laba bersih pada Q1 2026 murni karena kinerja operasional perseroan yang organik dan tetap solid,” jelasnya lagi.

Screenshot 2026 06 19

Secara keselurahan sepanjang 2025, mengutip laporan keuangan resminya yang dipublikasikan Bursa Efek, INPP mencatat rugi bersih Rp98,6 miliar, berbalik dari laba Rp334,9 miliar pada 2024.

Pendapatan perseroan masih tumbuh tinggi 32,9 persen menjadi Rp1,7 triliun, dengan penyumbang utama segmen hospitality senilai Rp627,4 miliar atau naik 8,1 persen.

Disusul segmen komersial Rp542,5 miliar atau naik 14,1% persen, penjualan properti Rp527,4 miliar atau meroket 127,3 persen menyusul handover 80-90 persen unit apartemen di Antasari Place, serta manajemen properti dan lainnya yang melonjak 101,2 persen menjadi Rp43,3 miliar.

Namun, pada saat bersamaan beban pokok pendapatan (seperti beban umum dan administrasi, beban penjualan dan pemasaran, hingga beban pajak dan beban penurunan nilai atas goodwill), juga membengkak 65,1 persen menjadi Rp742,99 miliar.

Selain itu, INPP juga mencetak kerugian dari investasi pada entitas asosiasi PT Plaza Indonesia Mandiri (PIM) dan PT Java Paradise Island (JPI), hingga Rp33,1 miliar.

Screenshot 2026 06 19

BACA JUGA : Paradise Indonesia Dengan Mall 23 Semarang dan 88 Plaza Balikpapan – Nya

Sementara dari sisi neraca, total aset INPP 2025 meningkat 4,8 persen menjadi Rp10,2 triliun, berkat ekuitas yang naik 7 persen menjadi Rp6,7 triliun dan total liabilitas yang hanya naik tipis 0,6 persen menjadi Rp3,44 triliun.

Sedangkan kas dan setara kas pada akhir 2025 melesat 113,2 persen menjadi Rp771,4 miliar, didorong penerbitan obligasi Rp500 miliar dan pelepasan sebagian kepemilikan saham anak usaha senilai Rp664,6 miliar

Post Views: 44
Previous Post

Satu Rumah, Naik Kelas: Cara IKEA Indonesia Sambut Tahun Ajaran Baru

Next Post

Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim, Ajak Masyarakat Dorong Anak Yatim Berdaya

Next Post
Screenshot 2026 06 19

Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim, Ajak Masyarakat Dorong Anak Yatim Berdaya

Logo Prode 152 X 100
  • Home

Properti Desain © 2023 Powered by TS.

No Result
View All Result
  • Home
  • Wisata
  • Properti
  • Disain
  • Lingkungan
  • Gaya Hidup
  • Bahan Bangunan
  • Elektronik
  • Figur

Properti Desain © 2023 Powered by TS.