Properti Desain
  • Home
  • Wisata
  • Properti
  • Disain
  • Lingkungan
  • Gaya Hidup
  • Bahan Bangunan
  • Elektronik
  • Figur
No Result
View All Result
  • Home
  • Wisata
  • Properti
  • Disain
  • Lingkungan
  • Gaya Hidup
  • Bahan Bangunan
  • Elektronik
  • Figur
No Result
View All Result
Properti Desain
No Result
View All Result
Home Properti

Suplai Rumah Sekunder Menyusut 9,2%, Namun Harga Hunian Compact Jakarta Pusat Melonjak 36,4%

UQ Properti Desain by UQ Properti Desain
February 16, 2026
in Properti
0
Screenshot 2026 02 16
0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
  • Pasar properti tunjukkan anomali positif dengan suplai terkontraksi tajam 9,2% (YoY) sementara harga tumbuh stabil, menandakan strategi defensif pemilik aset menghadapi inflasi.

  • Yogyakarta (+5,2% YoY) dan Medan (+3,8% YoY) catatkan pertumbuhan harga di atas laju inflasi, menjadi destinasi lindung nilai efektif.

  • Efisiensi modal di pusat kota: Harga hunian compact (≤60 m²) di Jakarta Pusat melonjak 36,4% (YoY).

Propertidesain (Jakarta) – Di tengah dinamika ekonomi awal tahun yang diwarnai oleh fluktuasi pasar modal dan tekanan nilai tukar, sektor properti sekunder Indonesia memperlihatkan karakter sebagai aset defensif yang solid. Flash Report Februari 2026 by Rumah123 mencatat adanya pergeseran perilaku pasar yang signifikan, di mana terjadi pengetatan volume suplai (listing) sebesar 9,2% secara tahunan, sementara harga rumah tetap tumbuh stabil di angka 0,7% year-on-year. Data ini menyoroti bahwa pasar properti tidak sedang melemah karena ketiadaan permintaan, melainkan sedang melakukan penyesuaian (rebalancing) terhadap kondisi makroekonomi, di mana properti fisik difungsikan sebagai jangkar kestabilan aset.

Screenshot 2026 02 16

Resiliensi pasar ini terlihat kontras dengan indikator inflasi tahunan (IHK) pada Januari 2026 yang tercatat naik ke level 3,55%. Dalam kondisi normal, inflasi tinggi dapat menekan daya beli, namun respons pasar properti sekunder justru menunjukkan anomali berupa penurunan suplai secara bulanan sebesar 1,7% dan kontraksi tahunan yang tajam hingga 9,2%. Penurunan volume suplai ini mengindikasikan bahwa pemilik properti memilih strategi wait-and-see dengan menahan aset daripada melepasnya ke pasar. Di tengah ketidakpastian nilai tukar Rupiah dan volatilitas pasar saham, properti fisik dipandang sebagai store of value yang lebih aman untuk menjaga nilai kekayaan dari risiko tergerus inflasi.

Screenshot 2026 02 16

Menanggapi fenomena ini, Marisa Jaya, Head of Research Rumah123, menjelaskan bahwa perilaku ini adalah bentuk mekanisme pertahanan aset yang alami.

BACA JUGA : Metland Menteng Buka Show Unit Cluster Conifera

“Data kami mempertegas posisi properti sebagai ‘safe haven’. Ketika indikator makro seperti inflasi bergerak di atas pertumbuhan harga rata-rata, respons pasar justru rasional, suplai ditarik atau ditahan. Hal ini bukan menandakan kelesuan, melainkan bukti tingginya holding power pemilik aset di Indonesia yang menolak melikuidasi aset di harga rendah, demi menjaga nilai kekayaan mereka dari gerusan inflasi,” ungkap Marisa.

Analisis lebih dalam terhadap data kewilayahan menunjukkan pergerakan arus modal (capital flow) yang menarik. Meskipun Jakarta mengalami koreksi harga tahunan sebesar 0,4%, peluang keuntungan (capital gain) justru berpindah ke kota-kota berkembang yang menawarkan pertumbuhan riil.

Screenshot 2026 02 16

Yogyakarta mencatat pertumbuhan harga 5,2% secara tahunan, sementara Medan tumbuh 3,8%. Kedua kota ini mencatatkan performa impresif karena pertumbuhan harganya berhasil melampaui laju inflasi 3,55%, memberikan sinyal kepada investor bahwa wilayah regional kini menawarkan real return yang positif dan menjadi opsi diversifikasi portofolio yang efektif di luar Jabodetabek.

BACA JUGA : Metland Lakukan Tutup Atap Metland Smara Hotel Bekasi

Sementara itu, dampak kebijakan Bank Indonesia menahan suku bunga di level 4,75% mulai menstimulasi segmen pasar yang lebih sensitif terhadap likuiditas. Laporan mencatat lonjakan harga yang agresif pada tipe hunian kecil (luas ≤60 m²) di Jakarta Pusat, yang tumbuh fantastis sebesar 36,4% secara tahunan. Lonjakan ini menandakan pergeseran preferensi pasar menuju efisiensi modal, di mana minat pasar beralih tajam ke unit-unit yang lebih terjangkau secara nominal (ticket price) namun memiliki nilai strategis tinggi, mencerminkan adaptasi cerdas pasar terhadap daya beli dan kebutuhan mobilitas urban.

“Permintaan kini terkonsentrasi pada unit-unit compact yang dinilai lebih rasional secara finansial. Kenaikan harga signifikan di Jakarta Pusat menunjukkan bahwa likuiditas pasar tidak hilang, tetapi berpindah ke segmen yang paling efisien,” tambah Marisa.

Secara keseluruhan, Flash Report Februari 2026 by Rumah123 menyimpulkan bahwa pasar properti sedang bergerak menuju titik keseimbangan baru yang didorong oleh kebutuhan riil, bukan spekulasi. Rumah123 berkomitmen untuk terus menyajikan data pasar yang transparan dan akurat, karena di masa ekonomi yang menantang ini, akses terhadap informasi yang kredibel menjadi kunci bagi masyarakat untuk mengambil keputusan hunian yang tepat, sejalan dengan visi besar kami mewujudkan #RumahUntukSemua.

Post Views: 82
Previous Post

Pawtective Siren Hadirkan Alarm Pintar untuk Lindungi Anjing di Indonesia

Next Post

REIWA Resmikan Flagship Store Hadir di Kota Semarang sebagai Pusat Elektronik Living Style Andalan Masyarakat

Next Post
Area REIWA Refrigerator

REIWA Resmikan Flagship Store Hadir di Kota Semarang sebagai Pusat Elektronik Living Style Andalan Masyarakat

Logo Prode 152 X 100
  • Home

Properti Desain © 2023 Powered by TS.

No Result
View All Result
  • Home
  • Wisata
  • Properti
  • Disain
  • Lingkungan
  • Gaya Hidup
  • Bahan Bangunan
  • Elektronik
  • Figur

Properti Desain © 2023 Powered by TS.