Propertidesain.Com (Depok) – Delution, firma arsitek yang terkenal dengan karyanya yang ikonik, baru saja menyelesaikan proyek terbaru mereka yaitu Kara Lil Sis Café di kawasan Cimanggis, Depok.

Kara Lil Sis dirancang dengan pendekatan Geometry of Warmth yang menggabungkan bentuk geometris tajam seperti segitiga yang diterjemahkan ke dalam ruang yang nyaman, hangat, dan bersahabat bagi pengunjung. Konsep Geometry of Warmth dipilih dikarenakan pemilik Kara Lil Sis, Theo, ingin membuat keseimbangan antara estetika dan kenyaman. “Meski kafe ini berada di ruko, saya ingin tampilannya tetap berkarakter,” ungkap Theo.

Menjawab kebutuhan tersebut, Delution merancang fasad bangunan dengan geometri segitiga yang tegas, minimalis, dan menciptakan kontras yang kuat di tengah lingkungan sekitarnya. Bentuk ini tidak hanya berfungsi sebagai identitas visual, tetapi juga sebagai penanda ruang yang mudah dikenali. Penggunaan warna putih yang bersih berpadu dengan transparansi kaca, menghadirkan kesan modern, terbuka, sekaligus mengundang pengunjung.

Memasuki area interior, pengunjung langsung disambut oleh sebuah void yang membentang dari lantai satu hingga lantai tiga. Elemen vertikal ini menghadirkan pengalaman ruang yang lapang dan dramatis, memungkinkan cahaya alami mengalir optimal ke seluruh area, sekaligus membangun koneksi visual antarlantai. Lebih dari sekadar elemen struktural, void berperan sebagai ruang sosial yang menyatukan berbagai aktivitas dalam kafe.

Narasi segitiga terus dilanjutkan ke dalam interior melalui pola geometris pada ceiling, railing, hingga detail-detail ruang. Pemilihan material menghadirkan elemen yang seimbang antara beton ekspos, kayu bertekstur hangat, serta elemen metal dengan sentuhan warna emas. Kombinasi ini membentuk suasana yang modern namun tetap hangat dan ramah, sekaligus menonjolkan kesan industrial-elegan.

Kara Lil Sis Café menunjukkan pendekatan Geometry of Warmth yang dapat diolah menjadi ruang yang nyaman sekaligus berfungsi sebagai penanda bagi pengunjung. Melalui pengolahan bentuk, cahaya, dan material, Delution menghadirkan arsitektur yang tidak hanya hadir sebagai objek visual, tetapi juga sebagai ruang hidup bagi penggunanya.

