Properti Desain
  • Home
  • Wisata
  • Properti
  • Disain
  • Lingkungan
  • Gaya Hidup
  • Bahan Bangunan
  • Elektronik
  • Figur
No Result
View All Result
  • Home
  • Wisata
  • Properti
  • Disain
  • Lingkungan
  • Gaya Hidup
  • Bahan Bangunan
  • Elektronik
  • Figur
No Result
View All Result
Properti Desain
No Result
View All Result
Home Berita

BP Tapera Laporkan Problematika SLIK Dalam Program Pembiayaan Perumahan kepada Menteri Keuangan

UQ Properti Desain by UQ Properti Desain
October 22, 2025
in Berita
0
Screenshot 2025 10 22 232955
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Propertidesain.com (Jakarta) – Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho lakukan audiensi dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa guna membahas Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dalam program pembiayaan perumahan. Pertemuan ini yang diselenggarakan pada tanggal  21 Oktober 2025 di Ruang Rapat Menteri Keuangan.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya tindaklanjut atas data dan informasi yang diperoleh BP Tapera di lapangan serta diskusi yang telah dilakukan bersama mitra kerja BP Tapera yaitu Bank Penyalur dan Asosiasi Pengembang di berbagai daerah di Indonesia. Dimana SLIK Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi salah satu tantangan dalam proses verifikasi kelayakan calon debitur penerima dana bantuan pembiayaan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dilakukan oleh Bank Penyalur FLPP.

Kecenderungan masyarakat berpenghasilan rendah terkendala akan Non Performing Loan (NPL) akibat Kredit Konsumtif berpengaruh pada SLIK, OJK yang kemudian memberikan konsekuensi pada bank penyalur untuk mempertimbangkan lolos atau tidaknya kelayakan sebagai calon debitur.

Sebelumnya, BP Tapera telah menyampaikan perihal tersebut kepada OJK sejak 5 Agustus 2025, terhitung per 1 Januari 2022 sampai dengan 4 Agustus  2025, terdapat 111.258 data debitur yang tidak diproses oleh pihak bank penyalur lebih dari dua bulan. Dimana disampaikan lebih lanjut bahwa masih dapat tedapat calon Penerima FLPP yang sudah berstatus lolos subsidi checking namun belum dilakukan follow up oleh pihak Bank Penyalur. Hal tersebut berpotensi menyebabkan calon Penerima FLPP yang sebelumnya berminat mengajukan FLPP menjadi tidak berminat dikarenakan proses waktu tunggu dari pihak Bank Penyalur.

Pihak OJK kemudian menanggapi dari data yang disampaikan oleh BP Tapera terkait dengan informasi data calon Penerima FLPP , sebanyak 103.297 atau 92,84% berasal dari Bank Himbara dan BSI. Lebih lanjut pihak OJK merinci dari data tersebut, sebanyak 5.632 calon debitur telah direalisasikan pencairannya dan  36.404 calon debitur akan ditindaklanjuti oleh Bank Penyalur. Sedangkan secara eksplisit penolakan karena status SLIK Adalah sebanyak 3.299.

Selain data tersebut di atas, BP Tapera juga mengumpulkan data secara manual terkait permasalahan SLIK dari pengembang dan bank di lapangan, dan terkumpul data sebanyak 13.321. Dari jumlah tersebut terdapat permasalahan SLIK (status Kol 2 sd Kol 5) sebanyak 5.146.

Heru Pudyo Nugroho menyampaikan bahwa berdasarkan data hasil analisis dengan OJK, data pembangunan rumah, data demand, dan upaya lebih besar dalam Ekosistem Pembiayaan Perumahan, target 350 ribu unit rumah FLPP masih optimis untuk dicapai. Potensi capaian meliputi tindak lanjut data analitik 57.644 unit, ready stock hingga akad 46.583 unit, tambahan dari kegiatan pemasaran di daerah potensial 9.000 unit, serta antrian proses di SiKasep sebanyak 33.635 unit. Sehingga total keseluruhan potensi capaian diproyeksikan mencapai 354.200 unit rumah subsidi.

Screenshot 2025 10 21 095419

Lebih lanjut Heru Pudyo Nugroho mengajukan usulan kebijakan kepada pemerintah yaitu : 1) bagi kreditur yang masih eksis dan nasabah mampu melunasi tunggakan, agar status SLIK OJK dapat diperbarui menjadi lunas, sehingga pengajuan KPR FLPP dapat segera diproses oleh Bank Penyalur; serta 2) Bagi kreditur yang sudah tutup maupun tidak eksis, diperlukan kebijakan relaksasi atau pemutihan tunggakan sampai batas nilai tertentu.

Atas paparan yang disampaikan oleh Heru Pudyo Nugroho, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan apresiasi atas upaya BP Tapera dalam mengoptimalkan penyaluran FLPP dan mendukung akselerasi sektor perumahan nasional.

Screenshot 2025 10 22 233853

Purbaya Yudhi Sadewa juga memberikan arahan agar BP Tapera memperkuat basis data tolakan SLIK OJK dengan klasifikasi nilai tunggakan yang lebih detail dan signifikan sebagai dasar kuat untuk mengusulkan relaksasi kebijakan pemutihan tunggakan bagi calon debitur MBR. Lebih lanjut, Purbaya Yudhi Sadewa meminta agar BP Tapera terus mengoptimalkan realisasi penyaluran FLPP hingga 350.000 unit rumah pada 2025.

Sebagai informasi, BP Tapera dalam menyalurkan FLPP, per 22 Oktober 2025, telah mencapai 204.978 unit rumah senilai Rp25,44 Triliun. Sehingga capaian penyaluran FLPP yang dilakukan BP Tapera sejak tahun 2022 hingga saat ini Adalah sebanyak 860.278 unit rumah senilai Rp101,48 Triliun.

Post Views: 87
Previous Post

OPENING CEREMONY ALLPACK INDONESIA 2025

Next Post

Sinar Mas Land Hadirkan Klaster Burgundy Bernuansa Modern Klasik di Rancamaya

Next Post
Foto 1 klaster burgundy rancamaya

Sinar Mas Land Hadirkan Klaster Burgundy Bernuansa Modern Klasik di Rancamaya

Logo Prode 152 X 100
  • Home

Properti Desain © 2023 Powered by TS.

No Result
View All Result
  • Home
  • Wisata
  • Properti
  • Disain
  • Lingkungan
  • Gaya Hidup
  • Bahan Bangunan
  • Elektronik
  • Figur

Properti Desain © 2023 Powered by TS.